Purworejo — Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) STAINU Purworejo menyelenggarakan kegiatan Pendampingan dan Monitoring Bimbingan Tugas Akhir (Skripsi) pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Laboratorium PGMI STAINU Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Undangan Nomor 040/PP.00.9/STAINU/I/2026 dan dimulai pukul 13.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Mahasiswa PGMI angkatan 2021 dan 2022 dengan menghadirkan Siti Anisatun Nafi’ah, M.Pd. sebagai dosen pengisi. Pendampingan ini bertujuan untuk memantau perkembangan bimbingan skripsi sekaligus memberikan penguatan akademik kepada mahasiswa dalam menghadapi tahapan akhir studi.
Pada sesi awal, Siti Anisatun Nafi’ah, M.Pd. menyampaikan evaluasi dan refleksi pelaksanaan Magang dan Kuliah Kerja Nyata (KKN), khususnya terkait kesiapan mahasiswa saat terjun langsung ke masyarakat. Ia menilai bahwa pengalaman lapangan menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter dan profesionalisme mahasiswa sebagai calon pendidik.
“Mahasiswa perlu memiliki kesiapan yang matang, baik dari sisi akademik maupun sikap, ketika berinteraksi langsung dengan masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu mahasiswa juga menyampaikan masukan agar ke depan Program Studi PGMI dapat memperkuat mata kuliah keagamaan yang bersifat praktis, seperti kaligrafi, tajwid, dan pendalaman kitab tajwid, sebagai bekal mahasiswa saat melaksanakan KKN.
Selanjutnya, pembahasan difokuskan pada pendampingan dan evaluasi bimbingan tugas akhir. Dalam sesi ini ditekankan pentingnya penguatan kemampuan akademik mahasiswa dalam penyusunan karya ilmiah, kesesuaian antara pengalaman lapangan dengan topik penelitian skripsi, serta perlunya peningkatan pendampingan metodologi penelitian sejak tahap awal penyusunan proposal.
“Topik penelitian skripsi idealnya memiliki keterkaitan dengan pengalaman lapangan mahasiswa agar penelitian yang dihasilkan lebih kontekstual dan aplikatif,” jelasnya.
Lebih lanjut, Siti Anisatun Nafi’ah, M.Pd. berpesan agar mahasiswa mempersiapkan diri secara menyeluruh, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga kesehatan fisik, mental, dan finansial, serta menjaga konsistensi dan fokus selama proses penyusunan skripsi.
“Yang terpenting dalam penyusunan skripsi adalah proses yang dijalani secara berkelanjutan, bukan semata-mata hasil akhirnya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa diperbolehkan beristirahat selama satu hingga dua hari apabila merasa lelah, namun tidak berlarut-larut.
“Tetap harus ada perkembangan setiap hari, meskipun hanya menambah satu atau dua paragraf, agar progres skripsi tetap terjaga,” pungkasnya.
Secara umum, kegiatan Pendampingan dan Monitoring Bimbingan Tugas Akhir (Skripsi) ini berlangsung lancar, tertib, dan kondusif, serta mendapatkan respon positif dari para mahasiswa sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas akademik dan pengembangan Program Studi PGMI STAINU Purworejo di masa mendatang.

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama Purworejo merupakan salah satu Perguruan Tinggi di Kabupaten Purworejo yang memiliki salah satu visi yakni menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran yang kreatif, inovatif dan berwawasan kebangsaan dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang kompetitif di era global.